Nguri-nguri Literasi
Ahli Sunnah Waljama'ah an Nahdliyah
[ Pustaka Digital ]
SEJARAH
Posting tanggal 2024-01-27 13:11:41

Mbah Cambali dalam pendekatan da'wah. Beliau senantiasa menggunakan sikap-sikap dasar NU yaitu tawaddu' (rendah hati), tawasut (sederhana), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang), istiqamah (teguh pendirian), dan amar ma'ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran). Sikap inilah yang dipegang beliau dan secara pelan tetapi pasti telah mampu membesarkan gerakan da'wah melalui terbentuknya ranting-ranting NU di desa- desa pelosok, tentu dengan dinamika dan perjuangan yang berat pada saat era revolusi fisik fisik. Ibarat pohon bambu yang ditiup angin. (lemah lembut, tetapi teguh pendirian). Salah satu yang terpatri dan berkesan dalam pengakuan murid-murid beliau adalah ketika beliau berdo'a dapat meruntuhkan jiwa-jiwa yang keras, mengucurkan air mata mengingat kampung akhirat (dzikrul maut), meskipun banyak jamaah dan tidak mengerti makna do'a dalam bahasa Arab. Di samping itu, materi yang beliau sampaikan hal-hal yang sederhana dan dimengerti sehingga sangat menyentuh hati siapapun yang menyimaknya (orang-orang awam). Menurut K.H. Muzayin Munawar - salah satu murid dan penerus Pengajian Awal Ahad di Masjid Agung Demak - "Beliau adalah sosok ulama yang ihklas dalam berjuang dan menegakkan panji-panji Islam di tengah masa kolonial dan komunisme yang mulai bermunculan. Dengan dasar sumber kitab tafsir "Jalalen", "Riyadlussholihin", dan "Durratun Naashihiin" sering beliau kembangkan dalam materi da'wah ke pelosok-pelosok kampung dan desa yang menarik, mudah, sederhana, dan penuh makna. Yang menjadi panutan dan kelebihan lain dari beliau adalah beliau sangat mencintai silaturrahmi kepada sesama. Setiap undangan dari rakyat jelata sekalipun sering beliau datangi, meskipun baru kenal kemarin dan jaraknya cukup jauh".